Kegemukan alias
obesitas merupakan penumpukkan lemak yang tidak normal atau berlebihan di dalam
tubuh. Kondisi ini jika dibiarkan terus menerus dapat memengaruhi kesehatan
penderitanya. Ya, kondisi ini tidak hanya berdampak pada penampilan fisik
penderitanya, tetapi juga meningkatkan risiko dalam kesehatan seperti penyakit
jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi .
Obesitas adalah
salah satu masalah kesehatan terbesar di seluruh dunia. Selain dapat
menyebabkan masalah kesehatan secara fisik, kondisi ini pun dapat menyebabkan
masalah psikologis, seperti stres dan depresi tingkat tinggi .
Obesitas dan
berat badan berlebih (overweight) merupakan dua konsep yang berbeda. Overweight
adalah kondisi di mana terdapat kenaikan berat badan berlebihan. Namun
demikian, kenaikan berat badan tidak hanya disebabkan oleh lemak berlebih,
tetapi juga bisa disebabkan massa otot atau cairan dalam tubuh. Kondisi-kondisi
tersebut dapat memberikan dampak berbahaya pada kesehatan.
Obesitas
merupakan kondisi kronis akibat penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat
tinggi. Obesitas terjadi karena asupan kalori yang lebih banyak dibanding
aktivitas membakar kalori, sehingga kalori yang berlebih menumpuk dalam bentuk
lemak. Kondisi tersebut dalam waktu lama menambah berat badan hingga mengalami
obesitas. Penumpukan lemak tubuh ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan
serius, seperti penyakit jantung, diabetes, atau hipertensi. Obesitas juga
dapat menyebabkan gangguan kualitas hidup dan masalah psikologi, seperti kurang
percaya diri hingga depresi.
Buat kamu yang
ingin mencegah atau mengobati obesitas, kenali terlebih dahulu penyebab-penyebabnya
sebagai berikut :
1. Adanya jumlah kalori berlebih yang masuk ke dalam tubuh
Sebagian besar
makanan yang kamu konsumsi itu mengandung kalori. Dilansir dari National Health
Service UK, jumlah kalori yang dibutuhkan pria dewasa dalam sehari adalah 2500
Sementara perempuan adalah 2 ribu kalori per hari.
Buat kamu yang
ingin mengukur besaran kalori, yang masuk dalam tubuhmu, kamu bisa mengintipnya
di fakta nutrisi yang tertera pada kemasan produk makananmu. Kamu pun bisa
mengira-ngira besaran kalori makanan yang kamu masak dengan mengeceknya satu
per satu menggunakan aplikasi smartphone .
2. Obesitas pun makin cepat terjadi jika seseorang kurang
melakukan aktivitas fisik
Aktivitas fisik
itu penting. Namun ironisnya aktivitas manusia banyak menurun dengan makin
majunya teknologi. Jika dulu manusia perlu berjalan untuk mencapai suatu
tempat, kini banyak kendaraan umum dan mobil. Untuk itu, gak ada salahnya lho
kalau kamu mencoba jalan kaki atau menggunakan alternatif kendaraan yang
menuntut aktivitas fisik, seperti sepeda.
Gak hanya itu,
kamu pun juga perlu mengimbanginya dengan banyak olahraga. Terutama jika kamu
adalah seorang pekerja atau siswa yang banyak menghabiskan waktu dengan duduk
dan berada di depan komputer.
3. Obesitas juga terjadi karena diet yang buruk
Apa yang terjadi pada ubuh ketika tidak makan daging sama sekali?
Jangan salah
memaknai arti diet. Diet itu berarti membuat tubuh tetap sehat dan ideal. Diet
gak hanya berlaku untuk orang gemuk, namun juga untuk orang kurus dan atau yang
ingin menjaga kesehatan tubuhnya.
Diet yang buruk
terjadi akibat banyaknya mengonsumsi makanan yang kurang sehat, seperti makanan
serta minuman cepat saji yang tinggi akan lemak dan gula. Selain itu juga bisa
disebabkan makan terlalu banyak atau yang sekadar untuk memuaskan hasrat. Makanlah
sesuai kebutuhanmu saja .
4. Memang benar adanya obesitas terjadi karena faktor
genetik
Memang benar
jika genetik berpengaruh terhadap potensi obesitas pada manusia. Misalnya saja
jika kamu punya orangtua yang obesitas, ada kemungkinan bahwa kamu akan
kesulitan untuk berdiet dan menurunkan berat badan.
Meski begitu,
bukan berarti usaha menurunkan berat badan itu gak mungkin lho. Kecuali untuk
kasus khusus dan langka yang menyebabkan seseorang sulit sekali untuk
menurunkan berat badan, seperti sindrom prader-willi.
5. Bisa juga disebabkan oleh alasan medis
Ada beberapa
kondisi medis yang menyebabkan seseorang susah menurunkan berat badan, seperti
kelenjar tiroid yang kurang aktif dan sindrom cushing atau gangguan langka yang
menyebabkan produksi hormon steroid yang berlebihan. Ada juga bentuk pengobatan
yang berkontribusi menyebabkan berat badan bertambah, seperti obat epilepsi,
diabetes, dan antidepresan.
Buat kamu yang
sudah memahami penyebab-penyebab obesitas di atas, tidak ada salahnya untuk
mencegahnya dari sekarang. Tentunya dengan gaya hidup sehat, makan-makanan
bergizi dan olahraga teratur. Dengan begitu, risiko obesitas dapat menurun.
Selamat hidup sehat
Pengobatan Obesitas
Penanganan
obesitas dapat dilakukan melalui program penurunan berat badan yang melibatkan
dokter gizi, dokter endokrin, atau psikiater. Program tersebut memiliki target
awal penurunan berat badan yang aman, atau sekitar 3-5 persen dari total berat
badan. Dalam program ini, penderita disarankan mengubah pola makan dan pola
aktivitas fisik. Kendati demikian, perubahan tersebut perlu disesuaikan dengan
kondisi kesehatan secara keseluruhan, serta tingkat obesitas yang dialami
penderita.
Program penurunan
berat badan meliputi:
Perubahan pola
makan. Perubahan ini bertujuan mengurangi asupan kalori dan menjalankan
kebiasaan makan yang lebih sehat. Dalam mengurangi asupan kalori, penderita
disarankan mengurangi asupan energi sebanyak 600 kalori setiap hari. Asupan
kalori harian yang dianjurkan pada wanita adalah sebanyak 1400 kalori,
sedangkan pada pria adalah 1900 kalori. Cara terbaik menjalankannya adalah dengan
mengganti makanan atau minuman tinggi kalori dengan pilihan makanan yang
mengandung banyak serat, seperti sayur dan buah, serta menghindari makanan
dengan kadar garam dan gula yang tinggi, atau makanan atau minuman dengan
tambahan pemanis buatan.
Peningkatan
aktivitas fisik. Di samping penurunan asupan kalori, peningkatan aktivitas
fisik yang membakar energi juga dapat mempertahankan penurunan berat badan yang
aman. Selain itu, peningkatan aktivitas fisik juga dapat memberi banyak
keuntungan dari segi kesehatan, seperti menurunkan risiko diabetes tipe 2.
Peningkatan ini dilakukan dengan cara berolahraga secara teratur, setidaknya
selama 150 menit tiap minggu, untuk mencegah penambahan berat badan dan
mempertahankan penurunan berat badan yang aman. Guna menurunkan berat secara
signifikan, maka disarankan berolahraga setidaknya selama 300 menit tiap
minggu. Peningkatan ini sebaiknya dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan
peningkatan kebugaran dan ketahanan fisik Jenis olahraga yang dapat dilakukan,
antara lain jalan cepat, jogging, berlari, bersepeda, atau berenang. Selain
berolahraga, peningkatan aktivitas fisik juga bisa diperoleh dengan melakukan
aktivitas yang lebih membakar kalori dalam kegiatan sehari-hari. Contohnya
adalah bila berpergian dengan jarak yang tidak terlalu jauh, lebih memilih
berjalan dibanding naik kendaraan.
Perubahan
perilaku. Upaya ini bisa dilakukan dengan mengikuti psikoterapi atau support
group untuk mengubah pola pikir dan mengatasi masalah emosi atau perilaku yang
terkait dengan konsumsi makanan .
Bahaya kegemukan salah satunya adalah meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit. Memiliki lemak berlebih dalam tubuh, khususnya di daerah pinggang, akan menambah risiko gangguan kesehatan yang serius dan dikaitkan dengan risiko berkembangnya beberapa jenis penyakit seperti kanker dan penyakit jantung.
Jangan sepelekan bahaya yang mengintai dari kegemukan. Berat badan yang ideal sangat baik bagi penunjang kesehatan. Karenanya, penting bagi kita untuk menjaga berat badan agar tidak terlalu gemuk, khususnya bagi mereka yang dalam keluarganya memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi, diabetes, sakit jantung, dan kadar kolesterol tinggi. Jika ada anggota keluarga yang mengidap penyakit ini, menurunkan berat badan dapat mengurangi risiko terkena penyakit serupa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar