Kamis, 20 Desember 2018

Obesitas dan Dampak Buruknya


Kegemukan alias obesitas merupakan penumpukkan lemak yang tidak normal atau berlebihan di dalam tubuh. Kondisi ini jika dibiarkan terus menerus dapat memengaruhi kesehatan penderitanya. Ya, kondisi ini tidak hanya berdampak pada penampilan fisik penderitanya, tetapi juga meningkatkan risiko dalam kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi .

Obesitas adalah salah satu masalah kesehatan terbesar di seluruh dunia. Selain dapat menyebabkan masalah kesehatan secara fisik, kondisi ini pun dapat menyebabkan masalah psikologis, seperti stres dan depresi tingkat tinggi .

Obesitas dan berat badan berlebih (overweight) merupakan dua konsep yang berbeda. Overweight adalah kondisi di mana terdapat kenaikan berat badan berlebihan. Namun demikian, kenaikan berat badan tidak hanya disebabkan oleh lemak berlebih, tetapi juga bisa disebabkan massa otot atau cairan dalam tubuh. Kondisi-kondisi tersebut dapat memberikan dampak berbahaya pada kesehatan.
Obesitas merupakan kondisi kronis akibat penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi. Obesitas terjadi karena asupan kalori yang lebih banyak dibanding aktivitas membakar kalori, sehingga kalori yang berlebih menumpuk dalam bentuk lemak. Kondisi tersebut dalam waktu lama menambah berat badan hingga mengalami obesitas. Penumpukan lemak tubuh ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius, seperti penyakit jantung, diabetes, atau hipertensi. Obesitas juga dapat menyebabkan gangguan kualitas hidup dan masalah psikologi, seperti kurang percaya diri hingga depresi.

Buat kamu yang ingin mencegah atau mengobati obesitas, kenali terlebih dahulu penyebab-penyebabnya sebagai berikut :

1. Adanya jumlah kalori berlebih yang masuk ke dalam tubuh

Sebagian besar makanan yang kamu konsumsi itu mengandung kalori. Dilansir dari National Health Service UK, jumlah kalori yang dibutuhkan pria dewasa dalam sehari adalah 2500 Sementara perempuan adalah 2 ribu kalori per hari.
Buat kamu yang ingin mengukur besaran kalori, yang masuk dalam tubuhmu, kamu bisa mengintipnya di fakta nutrisi yang tertera pada kemasan produk makananmu. Kamu pun bisa mengira-ngira besaran kalori makanan yang kamu masak dengan mengeceknya satu per satu menggunakan aplikasi smartphone .
2. Obesitas pun makin cepat terjadi jika seseorang kurang melakukan aktivitas fisik

Aktivitas fisik itu penting. Namun ironisnya aktivitas manusia banyak menurun dengan makin majunya teknologi. Jika dulu manusia perlu berjalan untuk mencapai suatu tempat, kini banyak kendaraan umum dan mobil. Untuk itu, gak ada salahnya lho kalau kamu mencoba jalan kaki atau menggunakan alternatif kendaraan yang menuntut aktivitas fisik, seperti sepeda.
Gak hanya itu, kamu pun juga perlu mengimbanginya dengan banyak olahraga. Terutama jika kamu adalah seorang pekerja atau siswa yang banyak menghabiskan waktu dengan duduk dan berada di depan komputer.

3. Obesitas juga terjadi karena diet yang buruk

      Apa yang terjadi pada ubuh  ketika tidak makan daging sama sekali?
Jangan salah memaknai arti diet. Diet itu berarti membuat tubuh tetap sehat dan ideal. Diet gak hanya berlaku untuk orang gemuk, namun juga untuk orang kurus dan atau yang ingin menjaga kesehatan tubuhnya.
Diet yang buruk terjadi akibat banyaknya mengonsumsi makanan yang kurang sehat, seperti makanan serta minuman cepat saji yang tinggi akan lemak dan gula. Selain itu juga bisa disebabkan makan terlalu banyak atau yang sekadar untuk memuaskan hasrat. Makanlah sesuai kebutuhanmu saja .

4. Memang benar adanya obesitas terjadi karena faktor genetik
Memang benar jika genetik berpengaruh terhadap potensi obesitas pada manusia. Misalnya saja jika kamu punya orangtua yang obesitas, ada kemungkinan bahwa kamu akan kesulitan untuk berdiet dan menurunkan berat badan.
Meski begitu, bukan berarti usaha menurunkan berat badan itu gak mungkin lho. Kecuali untuk kasus khusus dan langka yang menyebabkan seseorang sulit sekali untuk menurunkan berat badan, seperti sindrom prader-willi.

5. Bisa juga disebabkan oleh alasan medis
Ada beberapa kondisi medis yang menyebabkan seseorang susah menurunkan berat badan, seperti kelenjar tiroid yang kurang aktif dan sindrom cushing atau gangguan langka yang menyebabkan produksi hormon steroid yang berlebihan. Ada juga bentuk pengobatan yang berkontribusi menyebabkan berat badan bertambah, seperti obat epilepsi, diabetes, dan antidepresan.
Buat kamu yang sudah memahami penyebab-penyebab obesitas di atas, tidak ada salahnya untuk mencegahnya dari sekarang. Tentunya dengan gaya hidup sehat, makan-makanan bergizi dan olahraga teratur. Dengan begitu, risiko obesitas dapat menurun. Selamat hidup sehat

Pengobatan Obesitas

Penanganan obesitas dapat dilakukan melalui program penurunan berat badan yang melibatkan dokter gizi, dokter endokrin, atau psikiater. Program tersebut memiliki target awal penurunan berat badan yang aman, atau sekitar 3-5 persen dari total berat badan. Dalam program ini, penderita disarankan mengubah pola makan dan pola aktivitas fisik. Kendati demikian, perubahan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan secara keseluruhan, serta tingkat obesitas yang dialami penderita.

Program penurunan berat badan meliputi:

Perubahan pola makan. Perubahan ini bertujuan mengurangi asupan kalori dan menjalankan kebiasaan makan yang lebih sehat. Dalam mengurangi asupan kalori, penderita disarankan mengurangi asupan energi sebanyak 600 kalori setiap hari. Asupan kalori harian yang dianjurkan pada wanita adalah sebanyak 1400 kalori, sedangkan pada pria adalah 1900 kalori. Cara terbaik menjalankannya adalah dengan mengganti makanan atau minuman tinggi kalori dengan pilihan makanan yang mengandung banyak serat, seperti sayur dan buah, serta menghindari makanan dengan kadar garam dan gula yang tinggi, atau makanan atau minuman dengan tambahan pemanis buatan.

Peningkatan aktivitas fisik. Di samping penurunan asupan kalori, peningkatan aktivitas fisik yang membakar energi juga dapat mempertahankan penurunan berat badan yang aman. Selain itu, peningkatan aktivitas fisik juga dapat memberi banyak keuntungan dari segi kesehatan, seperti menurunkan risiko diabetes tipe 2. Peningkatan ini dilakukan dengan cara berolahraga secara teratur, setidaknya selama 150 menit tiap minggu, untuk mencegah penambahan berat badan dan mempertahankan penurunan berat badan yang aman. Guna menurunkan berat secara signifikan, maka disarankan berolahraga setidaknya selama 300 menit tiap minggu. Peningkatan ini sebaiknya dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan peningkatan kebugaran dan ketahanan fisik Jenis olahraga yang dapat dilakukan, antara lain jalan cepat, jogging, berlari, bersepeda, atau berenang. Selain berolahraga, peningkatan aktivitas fisik juga bisa diperoleh dengan melakukan aktivitas yang lebih membakar kalori dalam kegiatan sehari-hari. Contohnya adalah bila berpergian dengan jarak yang tidak terlalu jauh, lebih memilih berjalan dibanding naik kendaraan.

Perubahan perilaku. Upaya ini bisa dilakukan dengan mengikuti psikoterapi atau support group untuk mengubah pola pikir dan mengatasi masalah emosi atau perilaku yang terkait dengan konsumsi makanan .
Bahaya kegemukan salah satunya adalah meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit. Memiliki lemak berlebih dalam tubuh, khususnya di daerah pinggang, akan menambah risiko gangguan kesehatan yang serius dan dikaitkan dengan risiko berkembangnya beberapa jenis penyakit seperti kanker dan penyakit jantung.

Jangan sepelekan bahaya yang mengintai dari kegemukan. Berat badan yang ideal sangat baik bagi penunjang kesehatan. Karenanya, penting bagi kita untuk menjaga berat badan agar tidak terlalu gemuk, khususnya bagi mereka yang dalam keluarganya memiliki riwayat penyakit  tekanan darah tinggi, diabetes, sakit jantung, dan kadar kolesterol tinggi. Jika ada anggota keluarga yang mengidap penyakit ini, menurunkan berat badan dapat mengurangi risiko terkena penyakit serupa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar